You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sejarah Desa Besuki

02 Maret 2022
Administrator
6 Kali Dilihat

Desa Besuki, yang terletak di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, merupakan sebuah permata tersembunyi yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Desa ini berjarak sekitar 32 kilometer ke selatan dari pusat Kabupaten Wonosobo dan memiliki luas wilayah sekitar 11,69 kilometer persegi.

Selain pesona alamnya yang luar biasa, Desa Besuki juga memiliki sejarah panjang yang berawal dari seorang tokoh legendaris, yaitu Mbah Besuki.
Sejarah Desa Besuki tidak lepas dari peran Mbah Besuki, seorang tokoh yang diyakini sebagai pendiri desa ini. Mbah Besuki merupakan seorang Abdi Dalem dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang memiliki tugas sebagai pelaksana operasional dan abdi budaya. Berdasarkan cerita masyarakat setempat, Mbah Besuki berasal dari Banyuwangi Jawa timur tetapi mengabdi di Keraton Ahmad, mbah Besuki membawa saudaranya, saudaranya berjumlah 3 orang, yang pertama bernama mbah lereng yang merupakan adik dari mbah besuki, yang di utus ke sebelah timur lapangan balai desa besuki di dusun yang sekarang ini bernama dusun sikapat. Pada suatu masa perang yang tidak dapat dipastikan waktunya, Mbah Besuki mengasingkan diri dari keraton dan akhirnya menetap di daerah yang kini dikenal sebagai Desa Besuki etelah menetap di wilayah tersebut, Mbah Besuki bersama para pengikutnya membangun komunitas dan membentuk sistem pemerintahan desa. Ia menjadi kepala pemerintahan pertama Desa Besuki dari tahun 1830 hingga 1848.

Penerus kepemimpinan setelahnya terus melanjutkan pembangunan dan perkembangan desa hingga menjadi seperti sekarang ini

Kepala Pemerintahan Desa Besuki dari masa kemasa
1. Mbah Besuki (1830-1848)
2. Mbah Mridah Soblem (1849-1859)
3. Glodong Pethot (1860-1879)
4. Raden Tumenggung Wirayudha (1880-1899)
5. Raden Sosrowahono (1900-1919)
6. Lurah Karto Rejo (1920-1939)
7. Lurah Atmorejo (1940-1942)
8. Lurah Santarji (1943-1959)
9. PJ. Kades Somadiwiro (1960-1961)
10. Kades Kardi Kartono Atmojo (1962-1970)
11. PJ. Kades Asro Pawiro (1971-1972)
12. PJ. Kades Karso Suwarno (1973-1974)
13. PJ. Kades Sutrisno (1975-1976)
14. Kades Sutrisno (1977-1984)
15. PJ. Kades Karso Suwarno (1985-1987)
16. Kades Mahfudz (1990-1998)
17. Kades Slamet (1998-2006)
18. PJ. Kades Setyo Nugroho (2006-2007)
19. Kades B. Ahmad Zaenudin (2007-2013)
20. Kades Triyono (2013-sekarang

Nama “Besuki” memiliki makna filosofis yang dalam. Nama ini berasal dari dua kata, yaitu “bes” yang berarti rembesan air dan “ki” yang merujuk pada Mbah Suki, seorang sesepuh desa yang sangat dihormati. Di sekitar makam Mbah Suki terdapat sumber air alami yang dipercaya tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau panjang. Keberadaan sumber air ini menjadi simbol kekayaan alam Desa Besuki sekaligus menjadi inspirasi bagi penamaan desa ini

 

Bagikan Artikel
Tulis Pendapat Anda
CAPTCHA

Pengaturan

Aksesibilitas

Panel Informasi

Status Kehadiran

Ke Atas